Behind That Clouds (Chapter 1)

BEHIND THAT CLOUDS
Author: yuraamane
Length: multichaptered
Genre: Romance, comedy, school life
Rating: PG-15
Casts:
APink’s Naeun as Son Naeun
Infinite’s L as Kim Myungsoo
Infinite’s Sungyeol as Lee Sungyeol
Note:
Annyeong~ Joneun Yura imnida^^ mian kalau ada kesalahan kata dan mian juga kalau misalnya ceritanya gak bagus, kalau menurut kalian bagus author akan bilang alhamdu? Lilaah^^ ohiya sebenernya ini judulnya terinspirasi sama lagunya peterpan yang dibalik awan *plak. tapi bener kok sama sekali ga ada hubungannya sama lagu itu._.v Jangan lupa comment ya chingu;)

BEHIND THAT CLOUDS

Author: yuraamane

Length: multichaptered

Genre: Romance, comedy, school life

Rating: PG-15

Casts:

APink’s Naeun as Son Naeun

Infinite’s L as Kim Myungsoo

Infinite’s Sungyeol as Lee Sungyeol

Note:

Annyeong~ Joneun Yura imnida^^ mian kalau ada kesalahan kata dan mian juga kalau misalnya ceritanya gak bagus, kalau menurut kalian bagus author akan bilang alhamdu? Lilaah^^ ohiya sebenernya ini judulnya terinspirasi sama lagunya peterpan yang dibalik awan *plak. tapi bener kok sama sekali ga ada hubungannya sama lagu itu._.v Jangan lupa comment ya chingu;)

 

 ‘Aku selalu merasa jauh

Aku merasa asing

Aku tidak pernah memahami apa dan kenapa

Aku selalu merasa dia lebih jauh dari yang kubayangkan

Dia seperti di suatu tempat, dibalik awan bagiku’

 

Pertemuan kita

Son Naeun berjalan sambil menggendong tas ransel merah. Ia menatap arloji digitalnya dengan warna senada dengan tasnya itu. Pukul 9 malam. Sampai pukul itu ia masih berjalan dengan cepat menuruni anak demi anak tangga hingga ia sampai di lantai 3. Langkahnya terseret menuju koridor lantai 3 untuk berjalan sejenak dilantai itu. Ia tidak tahu kenapa, Badannya yaang sudah hampir rontok karena berlatih dance seharian masih sempat-sempatnya untuk berjalan di koridor gelap itu. “Aaah Son Naeun! Untuk apa?” ia menghentikan langkahnya sambil mengacak rambutnya sendiri yang sudah gila ingin berjalan-jalan sejenak di tempat kosong seperti itu.

Suara gitar.

Tiba-tiba ia mendengar suara gitar samar dari lantai itu, ia langsung berjalan refleks kearah suara itu tanpa menghiraukan kata-katanya sendiri.

“Kalau saja  Heejin yang dengar pasti ia sudah membuat gosip hantu sekolah, Hantu bermain gitar, kkkk konyol”. Karena rasa penasarannya ia langsung menaiki kursi didepan ruang musik biar bisa melihat apa yang terjadi di dalam melalui kaca.

Permainan gitar yang tidak pernah ia lihat, wajahnya dicondongkan kebawah sambil memerhatikan senar-senar yang ia petik. Alunan suara gitar yang kuat tapi justru menyentuh jiwa. Hidungnya, mulutnya, kenapa seindah itu? Seperti pangeran yang selalu ia  lihat di komik menjadi kenyataan. Apa ini mimpi?

“GYAAAAAAAAAAAAA!!!!“ teriak namja itu langsung saat matanya tertuju jendela. Naeun pun kaget bukan hingga terjatuh dari kursinya.

“A..aa..aa sakit, tolong aku. Aku bukan hantu, bukan juga penguntit” rintih Naeun sambil mencoba menaikan kursi yang menjepit pergelangan kakinya.

Tangan putih itu terulur didepan kepalanya yang menunduk, Oh tuhan mengapa ia seperti malaikat? Renungnya sejenak. Ia pun meraih tangan itu dan mencoba berdiri.

“Pabo” Kata namja itu singkat sambil menghembus napas kesal menatap gadis itu yang sulit sekali untuk berdiri dan menjatuhkannya kembali ke lantai.

“Tunggu sebentar” Tambahnya sambil berlari menuju klinik untuk mengobati luka Naeun.

Naeun menatap punggung namja itu yang berlari, ia langsung bergumam sendiri.

“Cih namja macam apa dia itu?”

“A..a..aa.. tidak kusangka sesakit ini” rintihnya berulang kali sambil menunduk dan menangis menahan rasa sakitnya, rambut panjangnya yang tergerai itu menghalangi wajahnya yang dibasahi air matanya itu.

“KYAAAAA” teriak namja yang membawa senter itu ketika mengarahkan senternya kearah Naeun yang sedang menangis itu hingga senternya terjatuh dari genggamannya.

“Sungyeola?” tanya Naeun memastikan sambil menatapnya bertanya-tanya.

“Ah untunglah, nyaris saja aku terkena serangan jantung” balasnya sambil mengusap dada. “Naeuna? Mengapa kau ada disini, kakimu kenapa? Gwenchana?” tanyanya panik sambil menjongkok menatap Naeun.

“Hanya kecelakaan kecil, Kupikir ini cukup sakit, aku tidak tahu apakah baik baik saja atau tidak”

“Ayo kuantar ke rumah sakit”

“Tidak perlu, Gwenchana”

“Bagaimana aku bisa tenang-tenang begini? Melihatmu menangis saja aku sudah tidak tega”

“Aaah.. tapi” balasnya sambil menyeka air matanya.

“Sudah ayo, sini pegang yang kuat ya?” “Hanaa.. dul.. set!” serunya sambil menggendong Naeun dipunggungnya.

Son Naeun tersenyum bahagia di punggung Sungyeol yang tegap itu, Ia memang namja yang super baik dan juga teman yang baik baginya, tapi perasaan ragu karena namja dingin misterius yang menyuruhnya untuk menunggu sebentar itu terus menyelimuti perasaannya.

“Ah sudahlah dia itu orang yang dingin, ngapain dipikirin!” suara hatinya itu tidak sengaja ia ucapkan.

“Kau bicara pada siapa?” tanya Sungyeol bingung sambil membetulkan Naeun dipunggungnya.

“Aniyaa, oh itu kata-kata yang aku suka dari drama terbaru di kbs ituloh. Aku suka sekali pemeran utamanya makanya aku sering mengikuti dialognya hehe” balasnya ngawur sesuai apa yang ada diotaknya.

*****

Kim Myungsoo mengambil beberapa obat merah dan perban dari klinik. Walaupun enggan membuang waktu untuk festival musik yang tinggal menghitung hari itu ia tidak bisa membiarkan yeoja terluka seperti itu.

“Yaa, Eodiga?” tanyanya sambil mencari yeoja itu, tapi tetap tidak ada yang menyahut.

“Apa yeoja itu benar-benar mahluk halus ya?” Tanyanya pada diri sendiri tidak peduli.

******

“OMO, Naeuna kenapa kau bisa seperti ini?”  Kim Yunsu langsung menghampirinya di koridor kelas dengan tongkat dan kaki diperban.

“Tadi malam pas latihan hehehe” jawabnya pelan nyengir.

“Jangan-jangan… itu hantu sekolah yang minta tumbal ya? Yang diceritain angkatann tahun lalu” opini Jung Heejin, gadis berkacamata itu.

“Aisshh, jangan ngomong yang engga-engga, sini aku bawain tasnya” potong Yunsu sambil menepuk bahu Heejin yang sering membicarakan tentang hantu sekolah itu.

“Aku bawain juga ya ehehehe” tambah Heejin sambil mengambil tas Naeun.

Namja itu benar-benar bukan mimpi, Ia berjalan ke lawan arah sambil tatapannya penuh ke depan, Apa dia tidak melihatku? Apa bahkan tidak mengenaliku.

******

“Yaa, Naeuna kau sedang cari apasih dari tadi celingak celinguk mulu” Tanya Yunsu menatap Naeun bingung yang daritadi terus mencari sesuatu di kantin.

“Kau tidak makan ini kan? Boleh aku ambil yayaya?” tanya Heejin sambil menunjuk makanan dengan sumpitnya.

“Ambil saja” balas Naeun yang terus memerhatikan setiap orang yang berjalan berlalu lalang.

“Apa kau tidak merasa ada yang aneh dari dia, hmm” seru Yunsu pada Heejin.

“itu dia!!! Yunsu-ya itu dia Kim Myungsoo! Itu loh, Gitaris baru White Knight yang ganteng banget!” seru Heejin sambil menunjuk namja yang sedang mengambil makanan di konter, tidak salah lagi. Itu namja yang kemarin malam, ia tersenyum sendiri sambil menundukan kepalanya salah tingkah.

“Ya, Kau tidak apa-apa. Kau kesambet ya?” tanya Heejin sambil memegang kening Naeun memastikan keadaannya tidak kenapa-napa karena tingkahnya yang aneh itu.

“Aniyaa!” balasnya sambil mengibaskan tangannya dan tertawa-tawa kecil sendiri seperti orang salah tingkah.

“Naeuna, Loh kok masuk sekolah? Kakimu tidak apa-apa?” tanya Sungyeol sambil bertanya pada Naeun.

“Gwenchanaa, aku sudah baikkan kok ehehe” balasnya sambil langsung melahap makanannya karena masih salah tingkah dengan yang tadi, sedangkan teman-temannya terus menatap Naeun bingung.

“Memangnya ada apa ya?” tanya Heejin saking penasarannya.

“Oh kemarin, Aku yang menggendongnya ke rumah sakit”

“Jinjjaa??? Ayo sini duduk bersama kami, sebagai tanda terima kasih juga aku beri pudding spesial!” ajak Yunsu sambil mengambil kursi untuk didudukki Sungyeol.

“Gomawo Yunsu-ssi” balasnya sambil tersenyum dan mendudukki kursinya.

Mata Naeun tiba-tiba berpaling menatap Kim Myungsoo yang berjalan ke arah mejanya bahkan mereka berdua bertemu pandang, Naeun langsung meremas roknya. Apa dia benar-benar mau menanyakan keadaanku?

“Kita mau duduk dimana?” tanyanya pada Sungyeol.

“Disini saja, bagaimana?” balas Sungyeol.

“Ne!! Duduk disini saja!” Serempak Heejin dan Yunsu, sedangkan Naeun masih diam dan meremas roknya.

“Shirrheo!” Balasnya singkat, membuat hati Naeun ciut dan kesal.

“Ya sudah ditempat lain saja, mianhae” balas Sungyeol sambil beranjak dari kursinya dengan rasa kekecewaan.

Kedua punggung itu berjalan menuju ke meja yang lain bersama sekumpulan Namja lainnya. Perasaan Naeun masih kesal dan campur aduk mendengar kata Myungsoo yang singkat namun menyakitkan.

“Kim Myungsoo itu benar benar… cold prince”

“Walaupun begitu dia tetap keren aaaah aku menyukainya!” Balas Yunsu berbunga-bunga. Sedangkan Naeun masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

“ohya ngomong-ngomong, Kau benar benar beruntung bisa dapat tumpangan dari Sungyeollie! Kamu gak pernah tahu kan Yeoja saja disogok susah banget bisa pegang tangannya. ama dia ampun deh dia saking terkenalnya”  Terang Heejin dengan mulut penuh dengan makanan di mulut.

“Jeongmal? Aaah sepertinya Uri Son Naeun sudah menemukan jodohnya. Chukkae Naeunaa!” Yunsu dan Heejin langsung menyambar rambut Naeun dan membuat meja mereka riuh seketika “Aaah keumanee!” Naeun tertawa kecil sambil melindungi kepalanya hingga matanya bertemu dengan sosok Myungsoo, ia membuat isyarat untuk jangan berisik, Naeun langsung mengangguk mengerti.

“Yaaa, sudahlah! Mengganggu yang lain” tegas Naeun

******

Hari demi hari Naeun masih terus memikirkan namja itu, Ia bahkan terus memikirkannya hingga di ruang latihan, tidak seperti biasa ia tidak semangat latihan dan hanya berkutik dengan pikirannya.

“Ya Naeuna! Apa yang kau pikirkan tentang dia hah? Dia hanya pangeran satu malam!” Bangkit Naeun sambil menggubris pemikirannya tentang Myungsoo.

“Aigo Naeuna! Sadar bahkan tidak terjadi apa-apa malam itu tapi kau memanggilnya Pangeran satu malam? Naeuna pabo pabo pemimpi” Ralatnya sambil mengacak rambutnya karena hampir gila karena Namja itu.

*******

Musik Hip hop bertempo up-beat itu menyeruang ke koridor sekolah dilantai 4 dari ruang latihan Tai, Myungsoo yang berjalan kala itu melihat sesuatu yang menarik, Ia melihat Son Naeun dari sisi yang berbeda, bukanlah yeoja pabo yang ia tahu. Gerakan cepat mengikuti beat, wave yang sempurna, smirk yang kadang ia lontarkan saat gerakan semuanya berbeda seperti biasanya seperti melihat dua orang yang berbeda, Son Naeun yang pabo dan Son Naeun penari. Tiba-tiba matanya tertuju pada kaki Naeun yang masih di perban, Selincah apapun gerakannya, kakinya terasa kaku walaupun tidak memakai tongkat seperti hari-hari sebelumnya. Tiba-tiba seorang wanita yang ia kenal, Sunbae-nya yang sudah masuk ke universitas dan masih sibuk menangani kegiatan dance di sekolah berjalan ke arah ruang tari sambil membawa amplop besar di tangannya. Lantas, Myungsoo langsung bersembunyi dibalik pintu agar bisa melihat apa yang terjadi.

“Cukup Naeuna” Tegas Yeoja itu sambil mematikan tape.

“Ige Mwoya?” Tambahnya sambil mengacungkan amplop, Naeun masih membisu dengan apa yang terjadi.

“Hasil pemeriksaan baru saja aku ambil dari rumah sakit dan hasilnya luar biasa”

“Kau menahan rasa sakitnya kan? Kau bukan wonder woman! Kau benar-benar mau mematahkan kakimu? Kau benar-benar mau mempermalukan nama sekolah nanti kalau kamu sampai ambruk saat kompetisi?” Serunya berapi-api sambil terus menatap Naeun tajam.

“Tapi eonnie, aku benar benar..” Akhirnya Naeun membuka mulut.

“Jangan ikut kompetisi itu!” Sambar Yeoja itu lalu pergi dari ruang tari. Sedangkan mata Naeun mulai merah dan menumpahkan air matanya.

“Kim Myungsoo, Aku benci!” teriaknya dalam tangis yang terus menjadi-jadi.

****

“Ya Kim Myungsoo!”  Sapa Sungyeol sambil menangkap bahunya dari belakang.

“Hari sabtu ga ada acara kan?”

“Bentar, liat schedule dulu” Balas Myungsoo tidak tertarik sambil membuka handphone-nya.

“Yayaya, jangan sok ngartis gitu deh! Siapa dulu yang masukkin Kim Myungsoo ke White Knight!”

“Ada apa sih emangnya?” Myungsoo mencoba memberhentikan omong kosong Sungyeol.

“Hari yang palinngggg istimewa, Kan my lady masuk final kompetisi dance besar-besaran”

“Mwo My lady? Son Naeun?” Tanya Myungsoo dengan nada syok, ia lupa mengontrol nada suaranya.

“Ndee,  waeyeo?” tanya Sungyeol bingung.

*****

“Nomor 304 dipersilahkan untuk bersiap-siap” kata MC memperingatkan.

“Ya, Eodiga? “ Tanya Yunsu pada Heejin karena setelah ini adalah giliran Naeun untuk tampil, Heejin hanya menggeleng tidak tahu.

“Naeunnie? Eodiga? Cari!” Perintah Sungyeol langsung

******

Son Naeun menatap wajahnya di depan cermin toilet tempat dilaksanakannya kompetisi dance itu. Ia menatap riasannya puas, berkali-kali ia terus memandangi wajahnya dicermin hasil tangan Yunsu yang berbakat dalam make-up. Tiba-tiba ia teringat dengan apa yang dikatakan Sunbae-nya itu, Seketika nyalinya ciut. Bagaimana kalau… bagaimana kalau… pikiran negatif pun langsung menyeruap pada benaknya. “Kamu bisa melakukannya Son Naeun” Ralatnya membuang semua pikiran negatif itu, mengingat ini adalah acara besar yang bekerja sama dengan management artis terkenal Korea. “Ah eomma!” hasratnya langsung ingin menelpon ibunya yang berpisah rumah dengannya dan langsung mencari ponselnya dan menelponnya.

“Yeoboseyo?”

“Ini Naeun eomma, Simpan nomor ponselku ya”

“Hari ini finalnya ya?, Mian eomma tidak bisa hadir”

waeyo eomma?”nada kecewa pun dilontarkan Naeun.

“anak itu bilang tidak bisa menemani eomma, Katanya ada acara. Dasar anak muda zaman sekarang”

“Ah geudaee..” “Namaku sudah dipanggil sudah dulu ya eomma!”

“Son Naeun, Hwaiting!”

“Ne, Gomawo eomma!”

Naeun langsung berlari kecil kearah panggung yang cukup jauh dari toilet, tiba-tiba langkahnya terhenti karena namanya dipanggil dengan suara yang ia kenal.

“Son Naeun!” Katanya, ia pun langsung memegang tangan Naeun. Tidak salah lagi, Kim Myungsoo.

Kenapa dia harus datang disaat seperti ini sih? Tanyanya dalam benaknya.

“Lepaskan!” Naeun, mencoba melepas tangannya dari tangan Myungsoo.

“Jangan lakukan itu” jawabnya singkat.

“Bukan urusanmu, cepat lepaskan!” Intonasi Naeun mulai kesal tiba tiba badannya diarahkan kehadapan Myungsoo dan langsung  didekapnya. Seketika darahnya yang mengalir terasa membeku, ia bisa merasakan hangat didekap tubuhnya. Naeun langsung mencoba mencubit tangannya dan ini benar-benar bukan mimpi. Walaupun hanya beberapa detik, ia mampu meluluhkan jiwanya.

“Aku merasa bersalah, jadi jangan lakukan itu” Myungsoo pun menepuk kedua bahu Naeun. Naeun pun langsung mengangguk dan air matanya mulai tumpah ruah melunturi make-upnya.

“Neuna? Waeyoo?” Sungyeol langsung berlari kearah mereka berdua dengan cemas.

“Dia sedang tidak baik” balas Myungsoo menjelaskan.

******

Myungsoo pun menjelaskan semua yang terjadi malam itu  bahkan tentang ia menguping pembicaraannya dengan Sunbaenya di restoran dekat tempat lomba dance itu.

“Untung saja kau tidak melakukannya Naeuna!” Sahut Heejin sambil menatap Naeun yang moodnya sedang tidak baik terus mengaduk makanannya.

“Kau tidak apa-apa kan Naeuna? Kau tetap yang terbaik. Kukira juga kau ini hantu” Sungyeol yang duduk disebelahnya langsung mengacak rambut Naeun.

“Bukan itu… tapi, BARU KU TAHU KIM MYUNGSOO SUKA MENGUPING PEMBICARAAN YEOJA KYAHAHAHA” Naeun langsung tertawa terbahak denga tiba-tiba membuat teman-temannya heran.

“Ya! Son Naeun kau berhutang kepadaku!” balas Myungsoo yang dihadapannya sambil berdiri dan menggertak meja.

“Sepertinya uri naeun sudah ceria seperti biasa!” Sungyeol langsung mendekap Naeun yang terus menerus tertawa bahkan teman-temannya tidak mengerti apa yang lucu, Naeun terus saja tertawa.

Sebenarnya bukan hanya itu yang membuat ia tertawa, Itu adalah tawa bahagia baginya. Ia merasakan Myungsoo mendekapnya dan perhatian kepadanya. Apa dia menyukaiku? Itulah yang terus ada dalam pikirannya.

“Naeuna? Mengapa melamun terus?” tanya Sungyeol ketika semua menyantap makanannya ia malah terus bengong dengan pikirannya.

“Ah ne” ia pun langsung memakan makanannya, ia pun menatap Myungsoo yang sedan melahap makanannya. Mengapa bisa seorang manusia biasa bisa setampan itu ketika sedang makan? Pasti kalau dijadikan bintang iklan makanan mungkin  bisa sukses besar tergiur dengan ketampanannya ketika sedang makan.

“Mengapa lihat aku terus?” Tanya Myungsoo mendongaak sambil menyelurup mi-nya.

“nnggg.. anu, Aku ingin jamurnya” balasnya ragu sambil menggaruk kepalanya walau tidak gatal, setidaknya dengan menggaruk kepala bermunculan ide ide pada otaknya.

“Kalau mau jamur bilang saja padaku” potong Sungyeol sambil memasukkan jamurnya pada mangkuk Naeun.

“Pabo” Kata Myungsoo pelan sambil meyelurup mi-nya.

******

Naeun memasukki Bus bersama Myungsoo, Karena hanya Myungsoo-lah yang satu jurusan bus dengannya. Ia langsung menduduki satu-satunya kursi yang tersisa.

“Disini!” kata Naeun sambil menunjuk kursi disebelahnya.

“Shirrheo!” Balas Myungsoo sambil mengaitkan tangannya di atas pegangan Bus.

“Aisshh, Bersikaplah lebih manis pada Yeoja, Ne?” Ia menarik lengan Myungsoo hingga mau duduk disebelahnya. Ekspetasi Naeun hancur sudah! Diperjalanan mereka hanya duduk dengan pikiran masing-masing tanpa satupun topik pembicaraan,, Myungsoo hanya sibuk dengan headset-nya. Yang ia harapkan adalah bisa mengobrol satu sama lain bukannya begini!

“Aku mau dengar” Akhirnya Naeun membuka pembicaran dengan nada ragu.

Myungsoo pun langsung melepas headsetnya dan membuka kedua headsetnya dan memasangkannya pada telinga Naeun.

Degg..Deegg..Deegg..Deegg

Matanya melebar, jantungnya terasa berdenyut kencang, matanya melebar, Sungguh! Dia benar-benar menyukaiku!

“AAAAA.. KAU GILA” Sentak Naeun kencang sambil cepat membuka headsetnya tahu kalau Myungsoo menaikkan volumenya pada Naeun.

“KYAHAHAHA” Myungsoo pun tertawa puas sambil kembali memasangkan headsetnya pada telinganya.

“Kau tidak mau mendengarnya?” tawar Myungsoo pada Naeun yang terus membuang muka ke jendela.

“Tidak, nanti gendang telingaku malah pecah”

“ volumenya udah dikecilin tuh!” balas Myungsoo sambil membuka headsetnya agar bisa didengar bersama Naeun.

“Ye” ia pun mengambil headsetnya dan menempelkannya pada telinga sebelahnya.

“Ini lagu siapa?” tanya Naeun heran mendengar liriknya yang berbahasa inggris.

“Oasis, Band dari inggris. Kau tidak tahu” Naeun pun balas menggeleng.

“Aisshh Pabo”

“Aku mau dengar lagu korea, aku tidak mengerti liriknya”

“Tidak ada lagu korea”

“Mwo? Jinjja aisssh apa kau tidak punya rasa nasionalis?” Naeun pun langsung mengambil iPod dari tangan Myungsoo.

“Kau bohong , ini apa? Bahkan ini lagu favoritku. Setel yang ini saja ya?” Tanya Naeun sambil menunjuk lagu Be Mine dari Infinite.

“Itu iPod bekas sodaraku, aku tidak pernah dengar lagunya” terang Myungsoo.

“Naekko haja~ naega neol saranghae, eo? naega neol geokjeonghae, eo?
Naege neol kkeut kkaji, chaekim jil ge” Naeun langsung menyanyikan lagu favoritnya itu dengan kencang serta melakukan sedikit traiannya.

“Yaaa, jangan menyanyi disini. Memalukan sekali tahu! Menyanyi ya di tempat karaoke!”

“Tidak dengar weeeee” balasnya sambil terus bernyanyi.

******

Hari ini, Hari Sabtu yang Agung. Benar-benar tidak akan kulupakan sepanjang hidup dan percayakah? Aku bahkan menandai pada kalender bahwa hari ini adalah benar-benar hari yang bersejarrraaaaaaah

Aku memang tidak mengikuti final itu dukanya tapi hari ini justru banyak sekali sukanya kkkk~ Ternyata pangeran itu tidak sepenuhnya menyebalkan loh. Bahkan dia peduli sekali padaku, kami bahkan baru kenal satu sama lain. Aku juga sempat kaget loh! Ohiya, kami juga bertukar nomor ponsel. Ya walaupun itu setelah kubujuk berkali-kali! Tapi aku malu untuk menyapanya, semoga saja dia duluan yang menyapaku kkk.

Tulis Naeun pada buku hariannya.

*******

“Naekko haja~ naega neol saranghae, eo?” Myungsoo duduk diatas kasurnya sambil memetik gitar akustik dan mencoba menyanyikan lagu itu dengan menggitarinya berkali-kali.

“Coba kalau direkam, Yeoja pabo itu pasti mengagumiku, lihat saja Son Naeun” Katanya pada diri sendiri sambil meluncurkan evil laughnya

“Ya, Kim Myungsoo! Apa yang kau lakukan, hmm coba saja dulu deh” inisiatifnya sambil mengambil handphonenya di meja.

Baru saja ia mau mengirim pesan pada Son Naeun tiba-tiba ponselnya berbunyi, satu pesan baru.

Myungsoo! Ini aku Jang Seul Mi! Besok aku akan berangkat ke Seoul loh. Aku sudah tidak sabar bertemu denganmu, begitu juga kamu kan?

*******

to be continued…

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • The Author

    Gianina Nadya a.k.a Gia. Loves to writing and listen to music,. B2UTY, Inspirit, BABYz, Exotic, Pink Panda, Aff(x)tion.

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Join 5 other followers

  • my fiction

  • Casts

  • Categories

  • Don’t forget visit that!~

  • Annyeong readers~!

  • Read it, Comment it

  • 사랑♥

%d bloggers like this: